Permainan Perahu Layar adalah permainan Melayu Pesisir yang dipopulerkan setiap ada hari Besar, contohnya Di Kabupaten Bengkalis masih mempertahankan Budaya Olahraga Perahu Layar tentunya di Hari Besar, seperti Hari Ulang Tahun Bengkalis, Pesta Pantai dan Hut RI

Belayar Sampan tidaklah gampang, apa lagi kalau di lihat dari bentuk Sampan dan Tinggi menjulang Tiang layar keatas akan beresiko karam, didalam olah raga Permainan Perahu Layar memang perlu kelihayan dan cekap, untuk menghadapi jika angin berhembus kencang,  membaca kondisi sampan belum lagi membaca dan mengetahui Arah Angin yang dating.  Olah Raga Permainan Perahu Layar ini hanya mengandalkan Dorongan Tenaga Angin, dalam permainan biasanya dalam satu regu berjumlah 3 – 4 orang Pemain, tentunya memiliki tugas masing masing, orang yang duduk di belakang dinamakan Tekong, dua orang berdiri di Bibir Kiri Kanan Sampan dinamakan Pedugang 1 dan Pedugang 2.

Tugas dari Tekong tadi yaitu untuk  menjaga Haluan, lalu menjadi juru Pandu dalam Regu tersebut, sedangkan dua orang Pedugang memiliki tugas yang sama, mengimbangi Sampan yang miring, jikala Angin lebih kuat ke kiri tentunya si penugang harus berkuatkan menugang di sebelah kanan, jika terlalu kencang angin menghembuskan kekiri si pedugang kanan harus pindah membantu si penugang sebelah kanan.

Jika terlalu kencang maka terjadilah Dugang mati, dengan maksud, separuh Punggung kedua Badan si Penugang sudah jejak dengan Air, tinggal lagi ketahannan dan kelihayan menekap Kaki ke Bibir Sampan supaya tidak terpeleset.

 

Penulis : Sadar Husin /Pewarta Berita Warga

Bagikan Berita